Belajar adalah proses yang unik, karena belajar mengharuskan keterlibatan manusia dengan manusia. Proses dialektika inilah yang akan memberikan makna yang mendalam dan khas bagi setiap peserta didik. Belajar tidak harus di ukur dengan nilai yang berbentuk angka-angka, karena dimensi proses dalam belajar akan kabur jika hanya dinilai dengan angka. Hakikat dari belajar adalah bagaimana anak merasakan kebermaknaan dalam setiap tahap yang dilaluinya dengan berbagai pengalaman belajar sehingga memunculkan daya kritis, kreatif dan imajinatif dalam diri peserta didik.
Menyadari pentingnya belajar yang bermakna, sekolah Almanar Azhari Islamic Boarding School dalam satu minggu ini menyelenggarakan kegiatan peningkatan motivasi siswa bagi grade VII, VIII SMP dan grade X, XI SMA. Kegiatan ini terbagi atas lima bidang kajian dengan tema-tema yang lebih spesifik pada masing-masing bidangnya. Kelima bidang kajian tersebut meliputi, science dengan tema, “Integralisme Sains”; sosial kebangsaan dengan tema, “Memupuk Jiwa Sosial dan Spirit Kebangsaan”; bahasa dengan tema, “Tahu Bahasa, Terbuka Cakrawala”; Islamic studies dan tahfidz dengan tema, “Agama dan Al-Qur’an Penuntun Kemajuan Pengetahuan”; dan enterpreneurship dengan mengambil tema, “Membangun Nalar Kritis Kreatif Anak dari Sejak Dini”.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini lebih menekankan pada membangun cara berfikir anak dengan INSIGHT yang dimilikinya. Materi-materi yang disajikan pun berbeda dengan materi yang diajarkan di kelas. Tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan dan meningkatkan kreatifitas dan sensitivitas peserta didik tidak hanya dalam bidang-bidang tertentu saja, melainkan terhadap bidang-bidang yang luas sehingga terbentuk pemahaman pada diri peserta didik wacana yang holistik.
Kegiatan yang dilaksanakan dari hari senin (29/03/2010) dan berakhir pada hari jum’at (02/04/2010) ini, dilaksanakan pada siang hari dari pukul 13.30 – 15.00 WIB dengan memanfaatkan ruang kelas dan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar. Pemateri adalah kelompok guru yang serumpun dengan bidang yang telah ditentukan dengan pilihan materi, metode dan strategi yang dianggap sesuai dengan kebutuhan. “Konsep keluar dari konteks yang seperti biasanya diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna”, ungkap H. Nur Cholis Suhaimi, MA., kepala sekolah Almanar Azhari Islamic Boarding School. _kmi_
Sistem sekolah Indonesia sangatlah luas dan bervariasi. Dengan lebih dari 50 juta siswa dan 2,6 juta guru di lebih dari 250.000 sekolah, sistem ini merupakan sistem pendidikan terbesar ketiga di wilayah Asia dan bahkan terbesar keempat di dunia (berada di belakang China, India dan Amerika Serikat). Dua menteri bertanggung jawab untuk mengelola sistem pendidikan, dengan 84 persen sekolah berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan sisa 16 persen berada di bawah Departemen Agama (Depag). Sekolah swasta pun memainkan peran penting. Walaupun hanya 7 persen sekolah dasar merupakan sekolah swasta, porsi ini meningkat menjadi 56 persen di tingkat menengah pertama dan 67 persen di tingkat menengah umum.
Tingkat pendaftaran bersih sekolah dasar berada di bawah 60% di kabupaten-kabupaten tertinggal dibandingkan dengan di kabupaten maju yang memiliki pendaftaran universal. Tingkat pendaftaran bersih untuk pendidikan menengah mengalami peningkatan kuat (saat ini 66% untuk Sekolah Menengah Pertama dan 45% untuk Sekolah Menengah Umum) tapi tetap rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di wilayah ini. Indonesia juga tertinggal dengan para tetangganya dalam Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Tinggi, dengan tingkat pendaftaran kotor sebesar 21% dan 11,5% secara berurutan.
Pendidikan merupakan hal penting bagi agenda pembangunan Pemerintah Indonesia. Belanja pendidikan telah meningkat secara signifikan di tahun-tahun terakhir setelah terjadinya krisis ekonomi. Secara nyata, belanja pendidikan meningkat dua kali dari tahun 2000 sampai 2006. Di tahun 2007, belanja untuk pendidikan lebih besar daripada sektor lain, yang mencapai nilai US$14 miliar, atau lebih dari 16 persen dari total pengeluaran pemerintah. Sebagai bagian dari PDB (3,4 persen), jumlah ini setara dengan jumlah di negara lain yang sebanding.
Tingkat pendaftaran bersih sekolah dasar berada di bawah 60% di kabupaten-kabupaten tertinggal dibandingkan dengan di kabupaten maju yang memiliki pendaftaran universal. Tingkat pendaftaran bersih untuk pendidikan menengah mengalami peningkatan kuat (saat ini 66% untuk Sekolah Menengah Pertama dan 45% untuk Sekolah Menengah Umum) tapi tetap rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di wilayah ini. Indonesia juga tertinggal dengan para tetangganya dalam Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Tinggi, dengan tingkat pendaftaran kotor sebesar 21% dan 11,5% secara berurutan.
Pendidikan merupakan hal penting bagi agenda pembangunan Pemerintah Indonesia. Belanja pendidikan telah meningkat secara signifikan di tahun-tahun terakhir setelah terjadinya krisis ekonomi. Secara nyata, belanja pendidikan meningkat dua kali dari tahun 2000 sampai 2006. Di tahun 2007, belanja untuk pendidikan lebih besar daripada sektor lain, yang mencapai nilai US$14 miliar, atau lebih dari 16 persen dari total pengeluaran pemerintah. Sebagai bagian dari PDB (3,4 persen), jumlah ini setara dengan jumlah di negara lain yang sebanding.
Jika memang bencana sudah menjadi bagianmu, dia akan tetap menghampirimu di mana pun dan kapan pun juga, meski kau membenci atau menolaknya dengan segudang doa, atau bahkan bersabar dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan yg kau miliki. Biarkan cobaan itu menghampirimu dan kosongkan jalannya. Jangan merintangi dan menghalangi perjalanannya dengan doa tolak balamu. Sibukkan diri dengan penyabaran, atau terima saja dengan segala keridloan atau menikmatinya dengan keikhlasan. Jangan takut !. Toh, apinya tak lebih mengerikan daripada kobaran api neraka-Nya.
